~Ingin Ke Mana…?

Teman’s … ini postingan daur ulang – hampir 3 tahun yang lalu. Yang ditayangkan pada blog … @brus.blogdetik.com … pada tanggal 27 Mei 2009 … ~lihat deh … 😛

Postingan itu bercerita kejadian yang terjadi pada tahun 2006 … (sudah lama ya …)

  ~yup teman’s kita ikuti  … 😆

Waktu itu … ada berita yang dimuat oleh koran terbitan ibu kota … bahwa … awal pekan depan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menetapkan fatwa soal vaksin meningitis. Vaksin inilah yang membuat saya…pusing tujuh keliling…bahkan…sempat rada stress… karena waktu itu vaksin tersebut susah didapat, sedangkan saya sangat membutuhkannya…  Apa pasal…?

Kejadian itu … 3 tahun yang lalu, tepatnya bulan Agustus 2006 diluar dugaan nama saya masuk dalam daftar rombongan keluarga yang akan diberangkatkan ke Makkah Al-Mukaramah melaksanakan Ibadah Umroh sekaligus menghadiri acara pernikahan salah seorang putra keluarga besar yang punya nazar menikah didepan Ka’bah. Acara akan dilaksanakan akhir bulan Sa’ban atau awal Ramadhan 1427 H, sehingga sehari sebelum puasa Ramadhan telah berada di Medinah.

Ini kesempatan istimewa … karena ibadah ke tanah suci idaman setiap orang muslim … apalagi diongkosin keluarga. Terbayang indahnya ibadah di Masjid Nabawi, berdo’a di Rawdhoh, ziarah ke maqam Rasulullah SAW dan berpakaian Ihrom melaksanakan Ibadah Umroh di Makkah. Kemudian melaksanakan ibadah Puasa di tanah suci…berdo’a di Muhtazam dan Shalat Taraweh di depan Ka’bah dalam Masjidil Haram…syukur2 dapat mencium Hajjarul Aswad.

Disebabkan kesibukan masing2 maka surat persyaratan perjalanan Umrah ke  Arab Saudi diurus sendiri2. Saya berusaha mengurus semuanya … namun kurang 1 persyaratan yaitu suntikan vaksin meningitis. Waktu itu vaksin tersebut susah didapat,…sampai hari keberangkatan saya belum disuntik vaksin meningitis.

Walaupun informasi dari Puskesmas menyebutkan bahwa jama’ah ibadah umrah…gak usah disuntik vaksin tersebut karena lama pelaksanaan ibadah umrah hanya sebentar dibandingkan dengan ibadah haji. Namun tetap saja hati tidak tenang karena persyaratannya kurang. Dengan hati was2 saya ikut juga berangkat… Syukur Alhamdulillah...semua lancar2 saja, padahal cuaca di Mekkah amat panas.

Itulah sebabnya … saya kaget membaca Harian Republika (23 dan 25 Mei 2009).. ternyata Vaksin Meningitis (anti radang selaput otak) buatan pabrik farmasi menggunakan enzim babi… Dalam presentasinya dihadapan sejumlah lembaga terkait, terungkap bahwa    pembuatan vaksin meningitis bagi jamaah haji dan umrah masih menggunakan enzim babi.

Lembaga Pengkajian Pangan Obatan-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengatakan, penggunaan vaksin tersebut sangat terkait dengan ibadah haji, sedangkan didalamnya terkandung enzim babi. Meski pada hasil akhirnya vaksin meningitis tidak mengandung enzim babi, namun dalam prosesnya masih menggunakan enzim babi.

Lebih lanjut LPPOM MUI menyatakan bahwa, secara agama hukum vaksin meningitis itu memang sudah haram karena mengandung enzim babi. Alamak….kenapa baru tahu sekarang…?

Untunglah … saya belum disuntik vaksin meningitis tersebut, seandainya waktu itu saya ikut disuntik vaksin babi itu…tentu saat ini…hati menjadi was-was dan selalu dihantui pertanyaan…haramkah ibadah umrah yang kami lakukan waktu itu…?!  Terus…bagaimana dengan  jama’ah-jama’ah haji dan umrah sebelumnya …yang sudah terlanjur disuntik vaksin babi itu..?! Hmm…bisa runyam deh..!

Nah, itulah teman’s ... akhirnya saya bisa juga diberangkatkan ke Makkah Al-Mukaramah melaksanakan Ibadah Umroh … sekaligus menyaksikan acara pernikahan sepupu yang akad nikahnya diucapkan dalam bahasa Arab.

Masih lekat dalam ingatan dapat melaksanakan shalat sunnah dan berdo’a di rawdho, ziarah di maqam Nabi SAW dan khalifahurrasidhin, shalat Jum’at di Masjid Nabawi, ziarah ke Jabbal Rahmah dan tak terlupakan tawwab (mengelilingi Ka’bah 7x sambil berdo’a) dan syai  (jalan dan lari2 kecil 7 putaran antara syafa dan marwah) … istimewa ibadah puasa di Mekkah, berdo’a didepan mukhtazam dan shalat taraweh di depan Ka’bah. Subhanallah. 😀

Sampai kini dalam hati sanubari ... hanya ingin kembali dapat berkunjung kesana dan tidak kemana-mana. Niat dan semangat untuk dapat mengunjungi kota  Makkah Al-Mukaramah dalam rangka melaksanakan ibadah Haji … tetap menyala. Namun apa daya sampai sekarang belum juga terlaksana. Namun saya tidaklah berkecil hati apalagi putus asa … “Belum dapat panggilan dari Nabi Ibrahim AS..”, kata itu amat manjur sebagai obat hati pelipur lara. 😉

^0o0^

Photobucket^0o0^

Jakarta, 8 Februari 2012

(akhirnya saya bisa ikutan GA seri ke-2 ~Una)

^0o0^

Iklan

24 responses to this post.

  1. Hai terimakasih. ^^
    Btw, surat persyaratan umrah itu apa? Emang ada ya?
    Alhamdulillah sudah ke sana. ^^
    Vaksin babi? Kan yang nggak boleh kalau dimakan~ 😀

    Om Omman ya ini? 😛

  2. @ Tebak ini siapa : kasih kembali … 😀
    kok suruh nebak sih? emang main tebakan nama? aneh …
    Surat2? yaa …diantaranya ‘pasport … 😉

    enywey … Alhamdulillah saya sudah kesana … 😛
    Om Omman siapa tuh? Tuh kan tebak2an lagi … 😦
    gak asik ah … 😆

  3. Allah maha tau kok . . . . . kan sesuatu yang belom kita tau meskipun haram akan menjadi halal. . . (klo gak salah si hehehehhehee)

  4. sepertinya Omman dan Abrus kembar siam deh Na xixixi

    sukses aja deh kontesnya yaaaa

  5. @ Susu Segar : gitcuuu yaa ..? 😀

    @ nique : kembar siam? 😉
    perlu operasi ‘pemisahan gak? xixixi 😆

  6. Emang kembar kok… ahahaha…

  7. hahaha.. cara nulis dan cara berceritanya emang persis banget sama omman..
    tapi benar atau tidaknya ya hanya mereka berdua dan Allah yang tahu
    eh kok malah bahas ini..

    wah, senengnya ya yang udah menyapa ka’bah,, semoga ada kesempatan ke sana lagi ya @brus

  8. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas @brus…

    Alhamdulillah, sebuah kenangan manis yang tak terlupakan dapat melaksanakan ibadah umrah bersama keluarga dengan tujuan-tujuan baik yang diredhai Allah. Sangat merindui suasana kehidupan Islamik di sana.

    Saya yakin setelah kajian demi kajian dilakukan sepanjang tahun, pasti terdapat alternatif untuk menjadikan vaksin meningitis ini menjadi halal dan dapat disuntik kepada para jemaah haji dan umrah. Semoga Allah selalu melindungi kita.

    Salam harmoni.

  9. @ Tebak ini siapa! : masih panasaran euy 😉

    @ ~Amela~ : ouw ouw …. ikutan galaww …eh, penasaran … 😀
    iya senang tak terkira … kini ingin dapat melaksanakan ibadah wajib haji bagi yang mampu … 😛

    @ SITI FATIMAH AHMAD : Waalaikumussalam bu SFA … apakabar? 😉
    saya selalu merindukan goresan tangan ibu yang sangat indah, dan halus lagi menyejukan … 😀

    Semoga demikian bu, malah sekarang saya dengan sudah ada alternatif sebagai solusinya. 😛

    Salam harmoni.kembali …

  10. Greetings! Thank you for your post! Actually I have never run across anything that enlightning.

  11. semoga Allah memperkenankan do’a mas abrus agar bisa pergi ke tanah suci melakukan ibadah haji

  12. Posted by Sayyidah 'Ali on Februari 10, 2012 at 4:47 am

    semoga Allah karuniakan , tuk melaksanakan ibadah hajinya.. aamiin..kalau sudah sampai disana do’akan aku ya..🙂

    jadi bingung.. kalau vaksinasi itu haram kenapa malah dijadikan persyaratan ya?

  13. Posted by tigasatu on Februari 10, 2012 at 3:00 pm

    om dah haji ya.. sukses yaaa

  14. @ Cialis : thank 🙂

    @ bintangair : ~aminn ..!

    @ Sayyidah ‘Ali : ~amin ya rabbal alamin 😀 makasih atas do’anya …
    btw tentang vaksin itu kejadian tahun 2006 …
    mungkin kini sudah ada solusi lain 😛

    @ tigasatu : belum 😉 … baru ibadah umrah 😀

  15. ya gitu deh. . . . . ..

  16. kita punya impian yang sama, sampai ke Baitullah suatu saat nanti…amin 🙂

  17. @ Susu Segar : hmm 😛 ..

    @ Mila : InsyaAllah 😀
    Kita ‘kopdar di dlm Masjidil Haram or di depan Ka’bah … Amin! 😛

  18. Ahh…senangnya udh pernah ke sana ya Om^^

  19. hmmm… suka bingung ya, kok bisa2nya urusan penting kayak begini, “dikelola” dengan cara begitu 😛

    persyaratannya ini, eh..ada fatwa itu. belakangan pula…
    “kecolongan”-nya aneh… 😀

    aniway, semoga niatnya kesampaian ya…
    Amien.

  20. @ Orin : Alhamdulilah …
    senang banget tatkala sujud di depan Ka’bah … 😛

    @ stupidlittlethinker : Amien…. 😀

  21. Salam Senyuum. . .

    Cita-cita yang sungguh mulia kak. . .siapa si yang gak ingin pergi ke Baitullah,idah juga ingiiiin malah ingiiin sekaliii? 😉
    Terimaksih sudah berkunjung ke blog Langkah Catatanku .
    Untung sebelum ngemeeeeeng disni sudah membaca page “about” dulu,karena idah kira kak abrussiana itu “female”. 😉 (maaf lhow kak,karenan akhiran ana).

    Sekalian mengabarkan, kalau link kakak sudah menjadi sahabat idah.
    ditunggu backlinknya ya kak? 🙂

    idahceris.wordpress.com

  22. klo k sana lagi, ajak2 ya Om, apalagi klo gratizan…Alhamdulillah ga nolak kok… 🙂

  23. kapan ya???

  24. @ Idah Ceris : Salam Senyuum kembali … 😉
    InsyaAllah cita-cita Idah jadi kenyataan. Amin!
    abrussiana karena terpengaruh oleh nama koran Kompas dlm online menjadi Kompassiana … 🙂 …
    Senang sekali menjadi sahabat *Idah ….nicee 😀

    @ Iqoh : sewaktu ‘tawwab kita bisa b’gandengan…mana tahu? 😛

    @ DeRie : segera … InsyaAllah …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: