~senandung istighfar …

~Menjelang magrib tadi  … pengurus mushollah kompleks kami mengumumkan bahwa ada amanah dari pak Karjo (salah seorang jamaah), sehabis shalat magrib berjama’ah nanti, para bapak/ibu/saudara  jangan pulang dulu. Pak Karjo mengundang para jama’ah untuk menhadiri pembacaan do’a bersama dibawah pimpinan Ustad kami (S2 alumni UIN Jakarta), sehubungan keberangkatannya melaksakan ibadah Umrah bersama istri dan 2 orang anggota keluarganya tanggal 18 Februari nanti.

Seusai shalat magrib … kami para jamaahpun duduk teratur bersama dalam mushollah seperti biasa kalau ada acara selamatan, syukuran, khaul dan pembacaan do’a bersama. Selain minta di do’akan, Pak Karjo juga mengirimkan do’a arwah untuk para keluarga yang telah mendahuluinya dan acara yang dilakasanakan antar waktu shalat magrib dan isya segera dimulai.

Diantara pembacaan ... ayat-ayat suci Al Qur’an dan do’a-do’a itu, yang sangat terkesan pada waktu pembacaan Raatib Al Hadaad … bacaan ini mengajak kita bertasbih menyebut Maha Suci Allah, Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa … tak lupa membaca syalawat kepada Muhammadur rasuulullahi shallallaahu … Nabi Muhammad itu utusan Allah.

Selain itu … sebelum pembacaan do’a malam itu, di dahului dengan pembacaan Senandung Istighfar … sungguh hati ini ikut bergetar … yukk sobat kita baca ulang senandung itu … 😀

Ilaahii lastu lilfirdausi ahlaa, walaa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi,
Fa hablii taubataw waghfir dzunuubii,
fa innaka ghaafirudz dzanbil ‘azhiimi …

Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali, fa hablii taubatay yaa dzal jalaali,
Wa ‘umrii naaqishun fii kulli yaumi,
wa dzanbii zaa-idun kaifah-timaali…

Illaahii ‘abdukal ‘aashii ataaka, muqirran bidz dzunnuubi qad da’aaka,
Wa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun,
wa intathrud faman narjuu siwaaka…
(arti/maknanya …)

Tuhanku, rasanya tidaklah pantas aku menjadi ahli Firdaus,
tetapi aku tidak akan kuat berada di neraka Jahim,
Maka terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku,
Sesungguhnya Engkaulah Tuhan Maha Pengampun Dosa.

Dosa-dosaku laksana jumlah biji-biji pasir, maka terimalah taubatku,
wahan Tuhan yang mempunyai Keagungan,
Umurku berkurang hari demi hari, sedangkan dosaku bertambah setiap hari,
bagaimana mungkin aku memikulnya nanti!

Tuhanku, hambaMu pema’siat ini datang bersimpuh dihadapanMu,
mengakui dosa-dosanya dan memohon ampunanMu,
Jika Engkau mengampuninya, memang Engkaulah ahli apunan,
tapi jika Engkau menolaknya, kepada siapa lagi kami berharap selain kepadaMu.

Seusai pembacaan do’a … lama saya terdiam dan merenung … alangkah banyak sudah dosa yang melilit tubuh, akankah dapat ampunan dari-Nya? Ya Rabb, Yang Maha Pengasih Tak Pilih Kasih dan Maha Penyayang Tak Pilih Sayang … kasihilah dan sayangilah hamba. Ampunilah dosa-dosa hamba Ya Rabb … begitu juga dosa kedua orang tua hamba, sayangilah mereka seperti juga mereka menyayangi hamba. Amin!  Sesudah shalat Isya berjamaah … kami para jamaah bersama sang ustadz bersalam-salaman wabilkhusus dengan pak Kardjo yang akan menunaikan ibadah umrah idamannya. Sebelum keluar mushollah, dipintu masuk sudah menanti pembagian nasi box berkat … kami pun dapat bagian satu persatu. Alhamdulillah …  😀Sampai dirumah … nasi berkat itu menjadi santapan saya malam itu. Menunya, nasi putih, ayam bakar, bunga kol, timun, kerupuk, sambel dan jeruk pencuci mulut. Subhanallah … rezeki halal yang penuh bacaan tahmid, shalawat, istighfar dan do’a … sungguh, santapan malam yang penuh berkah.  😀

~0o0~

Jakarta, 16 Februari 2012

~0o0~

Iklan

14 responses to this post.

  1. senandung istigfar :O itu beneran di senandungin om ?

  2. @ Tiara Putri : ~Iya … barusan kami para jamaah bersenandung mengikuti ustadznya … tapi yang bahasa Arabnya… kami dipandu dalam tulisan Arab, aksara latin bahasa arab dan artinya. 😉

  3. Wah, saya juga senang dengarkan al-i’tirafnya Abu Nuwas itu …
    untuk muhasabah 🙂

  4. enaknya. . . . . . bagi2 dong. . ..

  5. @ elfarizi : iya ..sama kita 😛

    @ susu segar : sipp …. 😆

  6. waa subhanallaah, doanya indah sekali. saya jadi bisa instropeksi. terima kasih!

  7. serasa damai pastinya ya 🙂

  8. @ ipah : kasih kembali! 😀

    @ Mila : damai dan tenteram ..!

  9. berkatnya keren yaa om, pake kotak gitu.. kalo di tempat dhe masih pake ranjang, aduuhh apa sih namanya.. itu lho wadah yang jaring2, namanya sih berkat.. 😀

  10. @ Dhenok Habibie : keren ya? malah sdh ada yg terbuat dari bahan plastik 🙂
    yg pake kranjang itu disini namanya ‘kresek…
    dan apapun namanya, klo sdh diisi namanya tetap ‘berkat 😀

  11. sangaaat sukaaaaaaaaaaaa. . .

    apalagi kalau dikerjakan secara berjama’ah, phalasanya berlipat ganda kak?
    menenangakan hati dan pikiran dengan bersenandung istighfar. . . 😉

  12. @ idah Ceris : ^betoollllll bangetttt …. 😉
    memang malam itu dibaca berjamaah … sejuk dan menenangkan hati … nicee 😀

  13. Waaah, kebayang betapa nikmatnya kalo kita makan dengan rasa penuh syukur. Mudah-mudahan rezeki yang kita dapatkan penuh berkah ya Abrus…
    Amin.

  14. @ bintangtimur : … Mudah2an demikian BintangTi … 😉
    makasih ya bu atas do’a yg ikut ibu lapazkan … Amin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: