*egosentri$ …

Teman’s … kemaren, 22 Juli 2011 saya menulis pesan : Dan akhirnya – dengan tulus & ikhlas pula *@brus, mengucapkan  spesial untuk para sobatyang antara kita pernah kopdar & kontak maya (via ym dan hape) …  :D  yaitu : Mohon ma’af lahir & bathin Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1432 H

Ucapan itu merupakan sebuah permohonan maaf dari hati yang paling dalam agar para sobat maya yang pernah berhubungan langsung via maya pula dapat memenuhi keinginan itu.

Apakah ini ada kaitannya dengan ‘egosentris seperti judul diatas? Seperti kita ketahui kata ‘ego or ke·e·go·sen·tris·an dan perihal egosentris … yang menjadikan diri sendiri sebagai titik pusat pemikiran (perbuatan) ; berpusat pada diri sendiri (menilai segalanya dari sudut diri sendiri). Itu kalau diartikan secara harfiah. Betul gak sih?  😉

Namun terlepas dari kaitan diatas, saya berpikir : Meminta maaf, bukan selalu berarti, kita atau dia yang salah…kadang hal itu dilakukan karena…kita lebih mementingkan persahabatan dari pada ego masing-masing…”  Terjadi interaksi maya diantara kita, sehingga terjadi saling maaf memaafkan. Itu makna yang paling penting!

Itu pulalah dasar pemikiran saya sewaktu membuat postingan itu dan memberanikan menyajikannya dalam bentuk postingan, sekaligus bisa apdetan … 😀 … setelah melewati fase kesimpulan, bahwa : Tidak perlu menjelas-jelaskan dirimu kepada orang lain, karena orang yang menyukaimu tidak perlu itu … dan orang yang tidak menyukaimu, tidak akan mempercayainya …” 😛

^0^

Teman’s … apakah postingan ini tepat diberikan judul ‘egosentis? Entah iya,  entah tidak – entahlah!  … Haturnuhun

^0^

Iklan

5 responses to this post.

  1. Dan aku meminta maaf,
    rasanya sahabat tidak pernah merasa sakit hati karenaku… 🙂

  2. Egosentris… ah ya sudahlah. 😕

  3. 🙂 minta maaf ga yaaaaa
    iya aja deh hehehe

    semoga barokah ya Brus …

  4. ahahaha saya malah ketawa bacanya 😛 jadi bingung sendiri 😛

  5. Beneeeeer sekali semua yang ditulis di posting ini!

    Kita tidak perlu menjelaskan segala hal tentang diri kita pada orang yang sudah menyukai kita, karena mereka memang tidak memerlukan penjelasan.

    Dan akan sia-sia menjelaskan hal-hal tentang diri sendiri pada orang yang tidak menyukai kita, karena mereka toh tidak akan mempercayainya…

    Cihuy, komen saya kok jadi kayak copy paste ya!
    😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: