@nti res@h …

“Hasbunallah wani’mal wakil …”

[Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik tempat bersandar]

[QS – Ali ‘Imran (3): 173]

Impian ... Iya, semua kita pasti mempunyai impian atau angan-angan atau juga cita-cita. Orangtua kita sering bertanya sewaktu kita masih kecil, apa cita-citamu nak? Lihat saja pesan orang-orang bijak … “gantunglah cita-citamu setinggi langit”.

Bulan Juni … hampir usai, musim dalam hari-hari bulan ini tak menentu. Kadang hujan kadang panas, seringkali bertukar tak karuan. Pun kabar mala dan petaka … juga saling silang tak menentu hadir diantara belantara kehidupan kita, sejatinya peristiwa disekitar kehidupanku … apa diantara teman dbloger ada yang berhal demikian pula?

Saya teringat … lirik lagu bertajuk Kembali kepada Allah yang didendangkan oleh Opick …  😉

Bila hati gelisah

Tak tenang, tak tentram,

Bila hatimu goyah

Terluka, merana

Jauhkah hati ini dari Tuhan, dari Allah?

Hilangkah dalam hati zikirku, imanku?

Hanya dengan Allah, hatimu akan menjadi tenang

Dengan mengingat Allah

Hilanglah semua kegelisahan

Cukuplah hanya Allah

Hati bergantung, berserah diri

Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wani’ma nashir..

Hmm … saya tercekat di lengkingan merdu Opick tatkala ia melafalkan hasbunallah wa ni’mal wakil. Bukankah sebaris kalimat ini pernah dizikir-zikir oleh Nabi Ibrahim dalam bacaan doanya ketika maut tengah mengancamnya?

Keyakinan. Iman. Dan do’a manifestasinya. Ia serupa mantra atau segudang  harapan yang seringkali menyelinap diam-diam di kalbu kita. Ia bisa kalimat suci dari Al-Qur’an atau hadist Rasulullah SAW yang kita baca berulang-ulang.  Itulah doa-doa @nti res@h …  demikian  tulis A.Muaz dalam bukunya … “doa-doa yang menjawab impian“…

***

Berdo’a … adalah sebuah spirit untuk menemukan diri dan menelisi relung hati terdalam untuk bisa berdialog dengan Allah SWT dan sejatinya bukan sekadar melafalkan atau menzikirkan bacaan do’a.

Saya teringat … curhat seorang teman cewek  si maya namanya, sebutlah begitu. Cantik, salehah dan seorang mahasiswi S2 pada sebuah PT negeri yang sehari-hari berjilbab longgar. Si doi yang tengah menanam rasa resah, gelisah dan cemas yang berkepanjangan.

Dari ujung … hapenya, saya dengar isak tangis pilu si doi  seraya berkata :

A..a..ku tak ku..at  … tak sanggup lagi, Brus.

Ha ..tiku tak sanggup menanggung penyesalan ini.

Pa..da hal, pernikahan kami tinggal selangkah lagi, Brus.

Tapi, ia me..mutus..kan komitmen karena hal se..pele…” 

Kata itu, getaran sesak yang merasuki dada si doi … juga menghunjam bathin saya.

Selanjutnya ... dilain waktu si doi dalam pesan pendek … kekecewaan dan kegelisahannya belum juga musnah. Sampai pada suatu malam yang hening sms si doi masuk ke hapeku … “Pasrah dan berserah diri kepada-Nya. Bukan berarti putus asa … namun melapangkan hati … bahwa semua akan ada masanya, akan ada jawabannya. Semua hanya soal waktu … maka aku bersabar! … demikian ucap si doi lega. Hal itu diperolehnya setelah mengamalkan “Hasbunallah wani’mal wakil …” ..Karena itu … Cukuplah Allah sebagai penolong kita … Amin! … 😛

***

PS : disunting dari “doa-doa yang menjawab impian“ by A.Muaz

pics dari om gugel

***

10 responses to this post.

  1. Semoga jeng maya diberi kekuatan dan pengganti yang jauh lebih baik…

  2. Do’a ini memang pas banget buat yang sedang resah…
    Seperti diriku juga… 😳

  3. Amin…
    InsjaAllah demikian …

  4. Kaka akin … aku ikut berdo’a ‘semoga dimudahkan Allah SWT segala urusanmu. Amin! … 😛

  5. Bukan berarti putus asa, namun melapangkan hati…
    Seandainya saja saya bisa selalu seperti itu Abrus, pasti semua akan terasa lebih mudah 🙂

    Pagiiiii…ternyata udah ada postingan baru disini!

  6. BintangTi – rupanya rasa resah, gelisah tak pilih orang, usia dan kalangan … 😉

    Dia Yang Maha Penyayang tak pilih sayang dan Maha Pengasih tak pilih kasih. Subhanallah …

  7. yang sabar ya buat mbak maya 🙂

  8. Yuppp … 😛

  9. hiaaa … kasihan Mbak Maya, tapi ada rahasia dibalik rahasia kan Mas Abrus, karena Tuhan Maha Mengetahui lagi Maha Adil

  10. Aminn ..
    Dia Yang Maha Adil lagi Maha Penyayang tak pilih sayang ..

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: